0

Contoh Kasus Kepribadian Trait

Sri adalah seorang guru di sebuah sekolah menengah pertama di salah satu sekolah yang ada di kabupaten berau, sekarang ini dia berusia 25 tahun, sri memiliki tinggi badan 151cm, lalu berat badannya 50kg dan sri juga memiliki rambut yang bergelombang serta mata yang besar dan hidung yang mancung. Sri mempunyai seorang pacar bernama adam yang bekerja sebagai karyawan swasta  dan mempunyai sahabat bernama nana, keseharian Sri yaitu setiap pagi dari senin sampai sabtu mengajar, pulang dari mengajar dia hanya di rumah untuk beristrahat. Di tempat kerja Sri sangat di sukai oleh rekan-rekan kerjanya karena Sri mereka anggap perempuan yang baik, bertanggung jawab, suka tersenyum, suka bercanda ketika berkumpul di ruang guru, ketika mengajar juga siswa-siswinya menyukai cara mengajarnya. Begitu pun di rumah Sri juga selalu berkumpul bersama keluarganya ketika ada waktu libur bersama karena keluarganya semuanya bekerja sehingga waktu untuk berkumpul bersama sangat sedikit namun selalu ada waktu buat mereka berkumpul bersama. Sri jarang sekali jalan bersama pacarnya di karenakan orang tua Sri tidak menyetujui hubungannya dengan adam, walaupun Sri baik, jujur namun untuk bertemu sama adam dia harus sembunyi -sembunyi dan berbohong kepada orang tuanya walaupun sebenarnya Sri itu tidak seharusnya dia lakukan, namun rasa cinta yang begitu sangant dalam kepada adam dan berharap dia menikah dengan adam tidak menyurutkan semangatnya untuk bertemu dengan adam walau di tentang kedua orang tuanya. Dan Sri juga sangat sayang kepada keluarga terutama kedua orang tuanya, walaupun orang tuanya tidak menyetujui hubungannya dengan adam namun dia tetap hormat dan sayang kepada orang tuanya.

Iklan
0

CONTOH-CONTOH TRAIT MENURUT CATTELL

 

Trait (sifat) adalah pengertian yang paling pokok dalam pendapat Cattell. Sebenarnya pengertian-pengertian yang lain itu, hanyalah bentuk bentuk khusus saja daripada trait itu sendiri. Menurut carel, ‘trait’ adalah suatu ‘struktut mental’, suatu kesimpulan yang diambil dari tingkah laku yang dapat diamati, untuk menunjukan keajengan dan ketetapan dalam tingkah laku itu. Pencandraan cattell mengenai trait dapat dijelaskan sebagai berikut
A.    Kategori Kepemilikan
Common trait dan Unique trait
1.      Common trait (sifat umum) adalah sifat yang dimiliki oleh semua individu atau setidak-tidaknya oleh sekelompok individu yang hidup dalam lingkungan sosial yang sama, serta memiliki tingkatan-tingkatan tersendiri.
Contoh :
            Semua orang Indonesia itu sejatinya ramah, terbuka, dan memiliki akar budaya yang kuat, hanya tingkatannya berbeda pada masing-masing individu.
 
2.      Unique trait (sifat khusus) adalah sifat yang hanya dimiliki oleh individu-individu masing-masing dan tidak diketemukan pada individu lain dalam bentuknya yang dimiliki itu. Selanjutnya sifat khusus ini masih dibedakan lagi menjadi :
a)      Relatively unique, yaitu yang kekhususanya timbul dari pengaturan unsur-unsur sifat itu, dan
b)      Intrinsically, yaitu yang benar-benar hanya ada pada individu khusus tertentu
Contoh :
Ada individu yang suka dan memeliharan katak, ada juga individu yang jijik bahkan benci terhadap katak.
B.     Kategori Kedalaman
Source Trait (sifat permukaan), merupakan sifat yang tampak, yang menjadi tema umum dari beberapa tingkah laku.
.Individu yang sering mengalami kecemasan, tidak pandai dalam mengambil keputusan, sering ketakutan termasuk surface trait neuroticism.  Individu yang pemuram, Nampak kelelahan, dan suka mengkritik termasuk dalam surface trait depressive. Contoh
Seorang mahasiswi yang lincah, periang, murah senyum, selalu berusaha menyenangkan orang lain, dan merencakan kegiatan yang menarik mungkin. Mahasiswi tipe ini memiliki surface trait yang periang (surface trait cheerfulness)
 
Source Trait (sifat sumber), merupakan variabel yang mendasari manifestasi yang nampak (sifat asal).
1.      Constitutional trait, berasal dari kondisi internal individu (tidak selalu bawaan merupakan proses fisiologis).
Contoh :
Individu yang terkena diabetes cenderung malas mengerjakan suatu, selalu ingin tidur (sering mengantuk), dan suka makan.
2.      Environmental-mold Trait, berasal dari pengaruh lingkungan fisik dan sosial.
Contoh :
Individu yang hidup di pedesaan yang ada di pegunungan utamanya di daerah Jawa Tengah memiliki adat sopan santun yang tinggi, ramah, dan memiliki rasa toleransi yang tinggi. Ritual adat masih kental terjaga, misalnya banyak hal-hal yang di-“pamalikan”, sehingga individu ini cenderung ebih berhati-hati dalam bertindak, karena sarat akan petuah leluhur. Karena lingkungan membentuk individu menjadi peribadi tersebut, saat keluar dari regional daerah asalnya, sifat-sumber ini akan dibawa di mana pun ia berada.
C.     Dynamic Trait
Berkaitan dengan motivasi atau dorongan dalam berperilaku.
Miliputi :
1.      Erg, yaitu motivasi dasar seseorang dalam berperilaku untuk mencapai tujuannya.
Contoh :
Erg of fear, mengembangnkan kewaspadaan saat individu dihadapkan pada objek yang membahayakan, seperti saat terjadi gempa bumi dan erupsi Gunung Merapi, para warga sekitaran radius berbahaya mengungsi untuk menyelamatkan diri dari kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
 
2.      Metaerg
a.       Sentiment,pola terstruktur dari sikap yang memperoleh energi dari erg dan dibentuk melalui hasil belajar, termasuk environmental-mold, berfokus pada kepentingan individu seperti pasangan, pekerjaan, hobi.
Contoh :
Wanita Jepang pada masa ini banyak yang memilih untuk tidak memiliki anak, bahkan tidak menikah dengan tujuan fokus pada karier dan merawat dirinya sendiri, mereka memiliki pandangan bahwa menikah dan memiliki anak menyusahkan serta menghambat kesuksesan kariernya.
b.      Attitude, konsep tentang tingkah laku spesifik sebagai respon terhadap suatu situasi tertentu.
Contoh :
Seorang fotografer yang membutuhkan waktu lama untuk melihat-lihat sebuah gedung tua yang akan dijadikan objek pengambilan gambarnya, dengan menganalisis sudut-sudut atau bagian gedung yang mana menurut ia mengandung unsure keindahan dan keunikan.
           
D.    Ability Trait
Menurut Raymond Catell, teori intelegensi terbagi menjadi dua macam, yaitu;
1.      Fluid Intelligence
Fluid Intelligence adalah kecerdasan yang berbasis pada sifat biologis. Kemampuan yang dibawa sejak lahir yang  terlepas dari pengaruh pendidikan dan pengalaman untuk mengatasi hal-hal baru.
Fluid intelligence meningkat sesuai dengan pertambahan usia, mencapai puncak pada saat dewasa dan menurun pada saat tua karena proses biologis tubuh, cenderung tidak berubah setelah usia 14 atau 15 tahun.
Contoh Fluid Intelligence
Sebelum menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, saya (Iriantika Prihastyanti/ anggota kelompok) terlebih dahulu mengenyam pendidikan di sekolah menengah atas atau SMA. Pada saat SMA, saya bersekolah di sebuah sekolah berasrama yang mewajibkan saya tinggal di asrama. Saya belum pernah tinggal di asrama sebelumnya, sehingga saya harus berusaha semaksimal mungkin untuk beradaptasi. Kehidupan di asrama sangat berbeda dengan di rumah. Saya harus mematuhi peraturan-peraturan yang ada yang belum pernah saya alami sebelmnya seperti mengumpulkan telepon selular, mengumpulkan laptop, apel setiap pagi, harus izin bertanda tangan direktur asrama saat akan meninggalkan lingkungan asrama, antrian yang terjadwal untuk mandi, dan lainnya. Segalanya telah diatur dan terjadwal, sehingga seluruh penghuni asrama termasuk saya tidak bisa lengah sekalipun, apabila lengah, bisa menyebabkan kesalahan dan menghasilkan sanksi, yang mana sanksi tidak hanya berlaku pada si pembuat kesalahan, melainkan ditanggung oleh seluruh penghuni asrama.
Tinggal di asrama secara otomatis saya berpisah dengan orang tua dan keluarga. Peraturan untuk mengumpulkan telepon selular membuat saya tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga secara sering. Awalnya, saya sangat merasa keberatan akan ketatnya peraturan asrama, bahkan merasa tidak sanggup, namun, seiring berjalannya waktu saya terbiasa dan dapat menjalankan kehidupan di asrama dengan baik tanpa melanggar aturan-aturannya. Ini merupakan proses belajar, karena saya belum pernah tinggal di asrama, jauh dari keluarga, dan mengikuti peraturan-peraturan ketat sebelumnya. Hal ini termasuk dalam fluid intelligence, dari yang sebelumnya tidak pernah tinggal di asrama dengan segala aturannya, selama menempuh pendidikan saya belajar dan berusaha beradaptasi. Selama tiga tahun hingga saya lulus SMA saya bisa menjalani kehidupan di asrama dengan baik, dan bisa belajar survive selama keluar dari “zona nyaman” yang dekat dengan keluarga. Kemampuan untuk beradaptasi sebenarnya sudah dimiliki oleh setiap orang. Kemampuan ini sudah dibawa sejak lahir oleh setiap orang. Untuk kasus diatas, awalnya saya merasa tidak mampu, tapi ternyata saya dan kita memiliki kemampuan untuk menjalani hal tersebut. Inilah yang disebut dengan Fluid Intelligence.
 
2.      Crystallized Intelligence
Crystallized Intelligence adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan skill dan informasi yang pernah dipelajari sebelumnya untuk menangani permasalahan yang mirip dengan permasalahan yang pernah ia tangani, kecerdasan yang diperoleh dari hasil pembelajaran dan pengalaman hidup, kemampuan seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dipengaruhi oleh pengalaman, pendidikan dan kebudayaan seseorang.
Contoh Crystallized Intelligence
Kuliah di tempat yang jauh mengharuskan saya (Iriantika Prihastyanti/ anggota kelompok) untuk merantau. Merantau, secara otomatis saya harus berpisah dengan keluarga. Saya tinggal di sebuah rumah kontrakan di lingkungan yang tak jauh dari kampus. Pertama kali saya tinggal di rumah kontrakan bersama teman-teman baru saya, saya tidak terlalu merasa berat. Tinggal di asrama saat SMA menjadikan saya terbiasa hidup mandiri dan jauh dari orang tua. Saya tidak terlalu merasa home sick seperti sebagian besar yang dialami teman-teman saya. Bedanya dengan asrama, rumah kontrakan merupakan kuasa kami para penghuninya, tidak ada peraturan ketat yang mengikat seperti di asrama, hal ini menuntut kami untuk lebih dapat mengatur waktu dan diri masing-masing dengan baik. Tanggung jawab besar pada diri sendiri harus ada, disiplin harus tetap ditanamkan, meski tidak ada lagi direktur asrama dan para Pembina yang mengawasi. Dalam menjalani hari-haru di rumah kontrakan, sedikit banyak saya menerapkan esensi-esensi kehidupan layaknya berasrama, agar tidak terlalu bebas. Hal ini tidak terlalu sulit bagi saya karena saya pernah mengalami hal yang serupa saat di asrama. Ini termasuk dalam Crystallized intelligence.
E.     Tempramen Trait, gaya atau irama tingkah laku, misal ada individu yang selalu gugup dalam menanggapi sesuatu, ada pula individu yang selalu santai dan tenang, bahkan di situasi genting sekali pun.
 
 
 
 
 
Referensi:
Suryabrata, Sumadi. 2010. Psikologi Kepribadian. Jakarta : Rajawali Pers
Kutipan
0

“Personality is the glitter that sends your little gleam across the footlights and the orchestra pit into that big black space where the audience is.”
-Mae West

Kutipan
0

“Poetry is not a turning loose of emotion, but an escape from emotion; it is not the expression of personality, but an escape from personality. But, of course, only those who have personality and emotions know what it means to want to escape from these things.”
-T. S. Eliot

Kutipan
0

“Always be yourself, express yourself, have faith in yourself, do not go out and look for a successful personality and duplicate it.”
-Bruce Lee

Kutipan
0

“Always dream and shoot higher than you know you can do. Do not bother just to be better than your contemporaries or predecessors. Try to be better than yourself.”
― William Faulkner